Struggle for the Fittest ; Mahasiswa Wajib Bekali Diri Dengan Kompetensi Profesional dan Skill Abad 21


Oleh : Kurnio Cipto

Geliat perkembangan zaman di Abad 21 yang semakin kompleks telah merambah ke segala lini kehidupan baik dibidang pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya ditandai dengan merebaknya istilah revolusi industri 4.0 dengan literasi Informasi dan Teknologi (IT) sebagai kata kunci dalam menghadapi tantangan zaman hari ini.Tidak ada satu pun bidang kehidupan masyarakat saat ini terlepas dari efek teknologi informasi dan komunikasi.
Namun untuk menjawab tantangan di abad 21 melek literasi IT tidaklah cukup untuk bersaing di era globalisasi dengan segala kompleksitasnya. Bahwa berdasarkan sebuah kajian pribadi  untuk Struggle for the fittest abad ke-21 diperlukan kompetensi profesional yang dilengkapi dengan Keterampilan Abad 21. Yaitu Kemampuan Leadership dan Problem solving, Kemampuan mengambil keputusan, kemampuan berkomunikasi serta kemampuan manajerial.
Kemampuan leadership dan problem solving
Ditengah riuhnya peta persaingan di abad 21 salah satu senjata yang mutlak harus dimiliki adalah kemampuan leadership, secara gamblangnya leadership bisa kita terjemahkan sebuah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain supaya dapat bekerjasama untuk tujuan bersama. Kemampuan ini pada dasarnya dapat dibentuk dan dilatih dalam ruang lingkup organisasi sehingga pada saatnya nanti ketika menghadapi permasalahan  dapat dengan mudah menemukan solusi atau alternatif penyelesaian terhadap masalah tersebut.
Kemampuan mengambil keputusan
Dengan banyaknya alternatif pilihan yang ada tentu mengharuskan mahasiswa hari ini mesti pandai dalam bersikap dan mengambil keputusan dengan dasar tetap memegang teguh nilai-nilai idealisme. Banyak mahasiswa hari ini yang kurang pandai dalam mengambil keputusan karena dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan kecanggihan teknologi yang ada, yang seharusnya ia mampu untuk mengontrol  tetapi ia tergerus terbawa arus.
Kemampuan berkomunikasi
Kalau dulu komunikasi kita terbatas di ruang nyata yang bersifat lisan dan tatap muka, namun seiring perkembangan zaman komunikasi telah melewati lintas batas baik itu secara lisan mupun tulisan (media sosial). Faktor komunikasi pun mempengaruhi tingkat keberhasilan atau tidaknya seseorang. Bagaimana kemampuan nya  menangkap informasi yang ada lalu memfilterisasi sebagai antisipasi adanya berita-berita yang  ditakutkan mendekonstruksi tatanan sosial yang ada yang menyebabkan disintegrasi di masyarakat. Lalu untuk berita-berita yang bersifat konstruktif mampu diterjemahkan kemudian dikembangkan dalam ruang nyata ataupun lewat dunia mayasebagai sarana untuk mencapai kesuksesan.
Kemampuan manajerial
Dalam dunia manajerial, dikenal dengan konsep managemen modern yaitu PDCA (Planning, Do, Check, Act).
Planning yaitu bagaimana kita merencanakan dan memetakan arah perjuangan yang akan ditempuh, Do  yaitu pelaksanaan dan implementasi dari rencana rencana yang telah dibangun untuk kemudian diejawantahkan dalam kehidupan nyata. Check yaitu Monitoringdan evaluasi apakah pelaksanaan telah sesuai dengan apa yang direncanakan, kemudian Act yaitu Tindakan, dengan cara melakukan perbaikan apabila tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai atau melakukan peningkatan apabila telah sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.
Dan kesemua skill tersebut diatas tentu tidak akan didapatkan dalam bangku perkuliahan, Saya sebagai saksi hidup hari ini bahwa kemampuan-kemampuan tersebut saya dapatkan di HMI. Dan harapan saya semoga kader HMI hari ini lebih progresif untuk berusaha menjawab tantangan di abad 21 tersebut dengan mengasah kemampuan profesional sesuai dengan bidang lalu dilengkapi dengan 21st Skill tersebut diatas supaya mampu bersaing dikancah nasional maupun internasional.

*Tulisan ini disarikan dari stadium general Kakanda Ismail Sukardi pada pelantikan Pengurus HMI Komisariat Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang Periode 2019-2020.

Posting Komentar

0 Komentar