Pantra Wijaya : Program Transmigrasi di Tempirai kabupaten Pali harus ditinjau ulang!!!

Himpunan Mahasiswa Pali(Himapali) Sumsel melakukan unjuk rasa menanggapi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pali tentang Transmigrasi di Kabupaten Pali. Selasa(16/07/2019) berlokasi di pusat kota simpang lima Pendopo, kantor DPRD PALI dan kantor Pemerintah Kabupaten Pali

Pantra Wijaya selaku anggota Himapali mengatakan, aksi ini adalah bentuk perjuangan mahasiswa Pali yang sangat menyayangkan Program Instan yang akan diambil Pemkab Pali mengingat anggaran APBD kabupaten pali per tahun sekitar 1,7 triliun harusnya bisa mensejahterakan Pali

"Seharusnya dengan APBD Sebesar Itu Pemkab dapat membuat program yang dapat mensejahterakan masyarakat Pali. Tanpa harus melakukan program instan mengimpor masyarakat luar daerah."ujar Pantra

Lanjut Pantra menuturkan, kebijakan transmigrasi dinilai tidak tepat, apa urgensi Pemerintah pali melakukan program transmigrasi tersebut

"Lebih baik pemerintah Pali memikirkan masyarakat yang ada dengan anggaran yang besar saya rasa lebih tepat kalau pemkab Pali membuat badan usaha milik daerah Seperti perusahaan pengelolaan karet, sawit, padi serta program pemberdayaan masyarakat, Seperti Perusahaan pengelolaan karet kan sangat penting mengingat bahwa mayoritas masyarakat Tempirai bahkan Pali pada umumnya menggantungkan hidup nya dari hasil menyadap karet, jadi ini yang lebih penting, agar masyarakat tidak lagi menggantungkan nasibnya terhadap naik turunnya harga karet."tutur Pantra

"Kalau ada perusahaan pengelolaan karet, karet hasil rakyat Pali akan stabil dan minimal karet yang ada di Pali dijual menjadi bahan setengah jadi seperti biji plastik dan harga nya jelas akan jauh lebih mahal, dengan demikian masyarakat lokal akan sejahtera dan Kabupaten Pali produktif dengan anggaran yang ada, untuk sejahtera bukan dengan cara mengimpor warga daerah lainnya." ujar Pantra Wiajya yang juga merupakan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Cabang Palembang

Posting Komentar

0 Komentar